Abhan Bawaslu
Ketua Bawaslu Jawa Tengah, Abhan Misbach

Semarang – Pilkada serentak di tujuh daerah Jawa Tengah yang digelar Rabu (15/2), menyisakan sejumlah masalah. Daerah yang menggelar pilkada adalah Kota Salatiga, Kabupaten Jepara, Batang, Brebes, Pati, Cilacap, dan Banjarnegara. Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Jawa Tengah, Abhan Misbah mengatakan di tujuh daerah tersebut yang paling menonjol adalah adanya laporan soal money politic. “Namun di Salatiga tidak ada laporan soal money politics,” jelasnya saat dihubungi Jumat (17/2).

Di Salatiga, kubu Agus Rudianto-Dance Ishak Palit mengadukan soal rekapitulasi perolehan suara yang dihitung di kecamatan pada Kamis (16/1). Pasangan tersebut kalah tipis dengan selisih 1.238 suara dari pasangan Yuliyanto-Muh Haris. Di seluruh kecamatan di Salatiga, yakni Tingkir, Sidorejo, Sidomukti, dan Argomulyo, saksi pasangan yang diusung PDIP dan PKB tersebut enggan tanda tangan berita acara. “Mereka mempersalahkan soal DPT dan jumlah pemilih laki-laki dan perempuan,” ucapnya.

Terkait hal itu, Abhan mengatakan minggu depan pihak pelapor akan diklarifikasi untuk dimintai keterangan secara langsung.

Sementara itu untuk laporan money politic, Abhan mengatakan kasus yang sangat menonjol terjadi di Pati dengan 13 kasus dan Brebes. “Panwas juga sedang menyelidiki kasus tersebut,” tegasnya. Sementara di Cilacap, Batang, dan Banjarnegara laporan soal money politic hanya ada satu kasus. Sedangkan di Jepara terdapat pengakuan Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) yang ikut membagikan uang ‘serangan fajar’. Lebih lanjut, soal penyelenggaraan pilkada serentak Abhan menilai berjalan lancar dan damai. Dia juga menilai kedewasaan masyarakat Jawa Tengah untuk menyikapi hasil pilkada sudah cukup baik.

(Sumber : Laman Merdeka.com dan sumber lain)