Kesbang Jateng – Pemerintah Indonesia terus menertibkan dan memeriksa pulau-pulau yang ada di seluruh daerah. Tahun lalu, pulau yang berhasil ditertibkan dan diverifikasi mencapai 14.572 pulau. Seluruhnya kemudian dibakukan sebagai wilayah kepulauan Indonesia.

Menurut Direktur Jenderal Pengelolaan Ruang Laut (PRL) Kementerian Keluatan dan Perikanan (KKP) Bryahmantya Satyamurti Poerwadi, jumlah pulau yang berhasil diverifikasi itu sebagian besar berasal dari jumlah yang sudah ditetapkan oleh Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) sebanyak 13.466 pulau.

“Selain itu, ada tambahan dari jumlah pulau yang diverifikasi pada 2015 sebanyak 537 pulau dan 749 pulau pada 2016,” ujar Bryahmantya yang dikutip dari Mongabay.co.id, Minggu 15 Januari 2017.

Pulau Dodola, Morotai © 2017 pulaumorotai.go.id/pulaumorotai.go.id

Kini dengan total 14.472 pulau, Bryahmantya mengatakan, Pemerintah Indonesia akan mendepositkannya ke PBB pada sidang United Nations Group of Experts on Geographical Names (UN GEGN) yang berlangsung di New York, Amerika Serikat pada Agustus 2017.

“Tahun 2017 ini, kita juga akan tetap membakukan nama-nama pulau. Jadi, nanti saat sidang PBB kita dapatkan data total terbaru,” tuturnya.

Langkah mendaftarkan pulau-pulau ‘baru’ itu ke PBB, kata Bryahmantya, tidak lain karena Indonesia ingin menjaga dan merekatkan kedaulatan negara. Dengan cara itulah, diyakini kedaulatan bisa terjaga dengan baik.

Pulo Cinta Boalemo, Gorontalo © 2016 otonomi.co.id/ blog.tukangjalan.com

“Kami ingin pulau-pulau yang ada, termasuk pulau kecil dan terdepan, bisa terdata resmi sebagai bagian dari Indonesia. Ini juga menjaga agar tidak ada Negara lain yang memberi pengakuan terhadap pulau-pulau tersebut,” jelas Bryahmantya.

Sidang UN GEGN dilaksanakan salah satu kelompok pakar dari Dewan Ekonomi dan Sosial PBB (Ecosoc) yang membahas tentang standardisasi nama-nama geografis baik di tingkat nasional maupun internasional.

Dalam periode lima tahun sekali, UN GEGN mengadakan konferensi PBB mengenai standardisasi nama-nama geografis di dunia. Pada sidang tahunan 2012, Indonesia telah melaporkan sebanyak 13.466 pulau ke PBB dan langsung ditetapkan pada sidang tersebut.

(Sumber : Laman Otonomi.co.id)