TaniJawa Tengah – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melakukan peluncuran kartu tani secara serentak di 21 kabupaten/kota. Proses peluncuran dilakukan di lapangan drh Supardi Kecamatan Mungkid Kabupaten Magelang, Kamis (12/1).

Peluncuran dilakukan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo didampingi Menteri BUMN Rini Soemarno. Pada kesempatan itu Ganjar menyampaikan, kartu tani merupakan langkah untuk mengoptimalkan distribusi pupuk bersubsidi secara enam tepat. Yakni tepat jenis, jumlah, harga, mutu, waktu dan tempat.

Saat ini distribusi kartu tani sudah mencakup 22 kabupaten/kota. Per 8 Januari 2017 tercatat sebanyak 239.856 kartu didistribusikan. Dia menargetkan pada 2017 seluruh petani di Jawa Tengah yang berjumlah sekitar 1.484.221 orang akan mendapatkan kartu tani. Sehingga menurutnya para petani tidak lagi terkendala stok pupuk saat masa pemupukan tiba.

“Di 2017 ini mesti tuntas. Distribusi kartu yang diterima petani sampai dengan 8 Januari 2017 sebanyak 239.856 kartu, yang siap dibagikan hingga akhir Januari nanti 828.831 kartu. Sekarang dalam proses 681.100 kartu. Paling lambat tadi bilangnya bu menteri sebelum lebaran beres,” tandasnya.

Selain terkait distribusi pupuk, kartu ini juga dapat membantu pengalokasian bantuan sarana produksi padi (saprodi) dan sarana produksi pertanian (saproktan). Tentunya ungkap Ganjar agar lebih tepat sasaran kepada petani yang masih masuk kategori miskin. Terlebih lagi 90 persen petani di Jawa Tengah atau sekitar 1,383 juta hanya memiliki luas lahan pertanian sekitar 0-1 ha.

Selain itu, imbuh Ganjar, adanya kartu tani dapat menyetabilkan harga komoditi pertanian pada saat mengalami lonjakan harga di pasar. Sebab, kartu ini terhubung ke dalam sistem informasi pertanian Indonesia (Sinpi), yang tidak hanya memuat kebutuhan pupuk petani tetapi juga luas lahan hingga jenis komoditas yang ditanam.

Sementara itu Menteri BUMN RI Rini Soemarno mengapresiasi diluncurkannya kartu tani yang diprakarsai oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dengan menggandeng BRI yang juga salah satu BUMN. Dia akan terus mendorong penggunaan sistem perbankan dari BUMN untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya petani dan nelayan. Kartu tani nantinya juga akan diintegrasikan untuk keperluan program pemerintah yang lain dalam mengurangi kesenjangan.

(Sumber : Merdeka.com/Bid. Ketahanan Bangsa)