uang baruSemarang – Bank Indonesia akan terus menggencarkan sosialisasi uang baru Tahun Emisi 2016. Sosialisasi tersebut bertujuan meredam berbagai isu negatif terkait uang baru tersebut. Kepala Grup Advisory dan Pengembangan Ekonomi Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPBI) Jateng, Rahmat Dwi Saputra mengatakan isu yang menyerang tersebut diantaranya serupa dengan mata uang Cina, pemilihan gambar pahlawan yang tidak tepat. “Dan dikatakan ada gambar palu arit, lambang dari partai terlarang di Indonesia,” jelasnya, saat sosialisasi uang baru emisi 2016 di Kantor BI Jateng, Semarang, Rabu (11/1). Dia menegaskan bahwa seluruh kabar tersebut tidak benar dan merupakan hoax.

Dijelaskan, jika masyarakat lebih jeli yang terlihat bukanlah lambang palu arit, melainkan logo BI yang ditampilkan secara utuh. Dia menyatakan desain uang baru semata untuk meningkatkan keamanan agar tak mudah dipalsukan. “Banyak fitur baru dan warna yang menyesuaikan semata demi keamanan dan kenyamanan masyarakat,” jelasnya.

BI, lanjutnya, tidak akan gegabah dengan mendesain uang yang melanggar peraturan karena uang adalah lambang kedaulatan sebuah negara jadi harus dihormati. Rahmat mengungkapkan ada banyak metode untuk uang agar tak mudah dipalsu. Selain dengan rectoverso atau gambar yang saling mengisi antarmuka belakang dan depan, juga menggunakan kertas jenis khusus yang lebih awet dan kuat sehingga tak mudah rusak.

Lebih lanjut, sosialisasi kali ini mengundang anggota TNI dan Polri karena mereka dianggap lebih sering bertemu langsung dengan masyarakat. “Selain itu, mereka adalah penegak hukum dan diharapkan mengetahui perbedaan uang palsu dan yang asli,” jelas Rahmat. Sedangkan pada sosialisasi tahap berikutnya, ia mengatakan akan melibatkan ulama dan pemuka agama.

(Sumber : dari berbagai laman elekronik)