JIBI/SOLOPOS/Agoes Rudianto SAMSAT KELILING-Sejumlah wajib pajak antre melakukan pembayaran pajak di bus sistem administrasi manunggal satu atap (Samsat) keliling di halaman Balaikota Solo, Jumat (16/3). Pengoperasian bus Samsat keliling dan Samsat “online” merupakan upaya meningkatkan dan mendekatkan pelayanan kepada masyarakat khususnya wajib pajak kendaraan bermotor. Bus yang beroperasi di wilayah Soloraya itu melayani wajib pajak di Balaikota setiap hari Jumat.

Semarang – Dirlantas Polda Jateng, Kombes Herukoco mengatakan ada beberapa program kerja untuk reformasi pelayanan polisi. Sebab itu kenaikan tarif pembuatan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) dan Bukti Kepemilikan Kendaraan Bermotor (BPKB) bertujuan untuk meningkatkan kualitas pelayanan terhadap pemohon.

“Jadi kenaikan tersebut untuk investasi keselamatan lalu lintas, akibat dari kenaikan harga material, dan peningkatan sarana dan prasarana pelayanan,” jelasnya, Jumat (6/1) di kantor Unit Pelayanan Pendapatan dan Pembayaran Aset Daerah (UP3AD) Samsat III Semarang.
Sarana yang membutuhkan peningkatan diantaranya sumber daya untuk SIM online. Diharapkan, dengan adanya pelayanan online akan semakin membuat pelayanan nyaman, cepat, dan transparan.

Sementara itu Kepala Kantor UP3AD Samsat III Semarang, Puji Astuti mengatakan kenaikan tersebut berdasar Peraturan Pemerintah No 60 Tahun 2016 yang menggantikan PP No 50 Tahun 2010. “Kenaikan ini bertujuan menambah kas negara dari sektor penerimaan bukan pajak,” jelasnya.

Dikatakan, tarif penerbitan STNK roda 2 dan 3 dari Rp 50 ribu menjadi Rp 200 ribu, kendaraan roda 4 dari Rp 75 ribu menjadi Rp 200 ribu. Penerbitan Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB) roda 2 dan 3, Rp 30 ribu menjadi Rp 60 ribu. Untuk kendaraan roda 4 atau lebih, Rp 50 ribu menjadi Rp 100 ribu.  Sementara tarif BPKB, roda 2 dan 3 serta ganti kepemilikan, dari Rp 80 ribu menjadi Rp 225 ribu, dan kendaraan roda 4 atau lebih, dari Rp 100 ribu menjadi Rp 375 ribu.

Paryono, salah satu pemohon perpanjangan pajak, mengatakan tidak masalah dengan adanya kenaikan biaya tersebut. “Tapi yang terpenting pelayanan diperbaiki, karena antrean sudah lama tapi petugas sepertinya kurang,” harapnya. Selain itu, dia juga berharap agar tidak ada pungutan dan calo.

(Sumber : Merdeka.com dan sumber lain)