Semarang, Kesbang Pol – Ajakan Gubernur Jawa Tengah H Ganjar Pranowo SH MIP agar masyarakat sengkuyung mengentaskan kemiskinan di provinsi ini mendapat apresiasi sejumlah pihak, termasuk pemerintah kabupaten/ kota. Salah satunya Pemerintah Kabupaten Purbalingga yang memelopori rehabilitasi 1.700 unit rumah tidak layak huni (RTLH) di wilayahnya.

Launching rehabilitasi 1.700 unit RTLH se-Kabupaten Purbalingga dilakukan Gubernur Ganjar Pranowo di halaman Balai Desa Purbasari Kecamatan Karang Jambu Kabupaten Purbalingga, Jumat (28/10). Banyaknya RTLH yang direhab dalam satu periode waktu membuat Museum Rekor Dunia Indonesia (Muri) akan mencatatnya sebagai rekor terbanyak rehabilitasi RTLH.

sinung-n-rachmadi_-563x353
Kepala Biro Humas Prov. Jateng, Drs. Sinoeng N Rachmadi, MM

Kepala Biro Humas Setda Provinsi Jawa Tengah Drs Sinoeng N Rachmadi MM menyampaikan bukan penghargaan Muri saja yang menjadi sorotan rehabilitasi RTLH di Purbalingga. Lebih dari itu, yang perlu mendapat apresiasi adalah semangat kebersamaan untuk sengkuyung membantu masyarakat kurang mampu, khususnya mereka yang belum bisa membangun rumah yang memenuhi syarat teknis, higienis, dan etika sosial.

Diakui, mengandalkan anggaran dari pemerintah saja tidak cukup untuk memberikan bantuan pada seluruh warga miskin. Berbeda jika masyarakat bersama pengusaha, aparat TNI dan Polri, LSM, tokoh agama, tokoh masyarakat, mengeroyok memberikan bantuan, maka akan terasa lebih ringan, dan bisa menjangkau warga miskin yang lebih banyak lagi.

Program RTLH semacam itu, imbuh Sinoeng, diharapkan secara komperhensif dapat dilakukan di kabupaten/ kota yang lain. Tentunya, pendataan yang valid terhadap warga miskin di setiap wilayah menjadi sangat penting. Sehingga, bantuan dapat disalurkan tepat sasaran dan dirasakan manfaatnya oleh para penerima.

“Semangat kegotong royongan itu yang mesti ditularkan di daerah lain. Pemerintah daerah, bersama pengusaha dan juga peran TNI, Polri, serta masyarakat, bersama bergerak membangun rumah warga yang belum layak huni. Sehingga nantinya mereka yang kurang beruntung dapat menikmati hidup di rumah yang lebih sehat,” bebernya.

(Sumber : Rilis Biro Humas Prov Jateng)