whatsapp-image-2016-09-20-at-21-13-22Cilacap, Kesbang Pol – Pembangunan suatu daerah akan dapat cepat terwujud jika ada spirit kebersamaan atau gotong royong baik dari pemerintah kabupaten/kota, provinsi, dan pusat serta masyarakat sekitar. Spirit gotong royong ini semakin menguat dengan adanya operasi TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) yang menjadi program reguler TNI karena masyarakat juga diikutsertakan dan berperan aktif dalam kegiatan tersebut.

Gubernur Jawa Tengah H Ganjar Pranowo SH MIP mengatakan TMMD sangat penting artinya bagi desa-desa. Sebab melalui kegiatan yang diselenggarakan, dapat membantu meningkatkan swasembada pangan, taraf hidup masyarakat, dan menyadarkan masyarakat untuk berperan aktif dalam pembangunan desa. Selain itu juga meningkatkan ketertiban dan keamanan. Karenanya, untuk menyukseskan TMMD, masyarakat diminta membantu dan berpartisipasi dalam TMMD agar pembangunan di daerahnya dapat segera tercapai.

“TMMD ini mau membantu panjenengan. Tapi menyerahkan pada TNI/ Polri saja tidak cukup. Menyerahkan pada bupati tok tidak cukup, apalagi gubernur tidak cukup. Maka apa yang harus kita lakukan adalah diikat dengan gotong royong,” katanya saat menjadi inspektur upacara Pembukaan Program Reguler TMMD Ke-97 TA 2016 di Wilayah Kodim 0703//Cilacap yang dipusatkan di Desa Mekarsari Kecamatan Cipari, Selasa (20/9).

Kegiatan TMMD, imbuh gubernur, menjadi stimulan pelestarian spirit gotong royong di tengah masyarakat. Sehingga mereka tidak menjadi individu yang individualis dan tetap mempertahankan nilai-nilai luhur yang diwariskan nenek moyang.

Ganjar berharap dana desa dan bantuan dana desa dapat membantu kegiatan TMMD agar pelaksanaanya dapat dipercepat dan optimal. Dia berharap nantinya TMMD dapat diparalelkan dengan upaya pengendalian bencana, mengingat saat ini beberapa desa di Cilacap terkena bencana banjir.

“Kalau perlu setelah TMMMD mengerjakan tugas utama yang sudah selesai bisa diparalel dengan membantu daerah yang kebanjiran. BPBD sudah kita turunkan, mungkin dari Satpol PP, tentu dari TNI/Polri sudah semuanya,” ujar gubernur.

Terkait dengan bencana banjir yang sudah mulai menggancam di beberapa kabupaten, seperti Cilacap, Banyumas, dan Purbalingga, Ganjar berpesan kepada masyarakat untuk berperilaku hidup sehat dan tidak membuang sampah di sungai yang menjadi salah satu sebab terjadinya banjir. Warga juga diminta bergotong royong melakukan mitigasi bencana.

“Mari tanah-tanah gersang dan longsor kita tanami bareng-bareng, selokan-selokan kita bersihkan, sampah dibuang pada tempatnya dan sungai-sungai yang dangkal kita keruk bareng-bareng. Kerja sama gotong royong ini akan menyelamatkan kita semua,” serunya.

Kegiatan TMMD di Desa Mekarsari Kecamatan Cipari Cilacap ini akan dilaksanakan selama 30 hari mulai 20 September-19 Oktober 2016. Satgas TMMD akan diikuti 150 aparat TNI dibantu 330 orang yang terdiri dari dinas/instansi, ormas, linmas, masyarakat dan pelajar.

Kegiatan TMMD meliputi pembangunan irigasi, gorong-gorong, tempat pompa air, MCK dan rehab RTLH sebanyak 25 unit. Satgas juga memberikan pelayanan pengobatan gratis untuk warga dan ternak, pelayanan KB, pembuatan kartu kuning dan akta kelahiran gratis, serta pelatihan servis sepeda motor, pembuatan pupuk, pengelolaan industri kecil dan masih banyak lagi.

(Sumber : Biro Humas Prov Jateng/ Bidang Bina Linmas)