Sejumlah calon jamaah haji korban penipuan melalui jalur Filipina disambut keluarganya di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Makassar, Minggu (4/9). Sebanyak 168 warga negera Indonesia korban penipuan menggunakan paspor Filipina untuk naik haji dipulangkan ke Indonesia, diantara 110 orang turun di Makassar dan 58 orang melanjutkan perjalanan menuju Jakarta setelah melalui proses keimigrasian. ANTARA FOTO/Sahrul Manda Tikupadang/pd/16
Sejumlah calon jamaah haji korban penipuan melalui jalur Filipina disambut keluarganya di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Makassar, Minggu (4/9). Sebanyak 168 warga negera Indonesia korban penipuan menggunakan paspor Filipina untuk naik haji dipulangkan ke Indonesia, diantara 110 orang turun di Makassar dan 58 orang melanjutkan perjalanan menuju Jakarta setelah melalui proses keimigrasian. 

Semarang, Kesbang Pol  – Jamaah Haji Indonesia asal Jawa Tengah sore ini (4/9) telah tiba di Bandara Internasional di Jakarta dan diterima Plh. Asisten Kesra Nunuk Hardiati Kepala Biro Sosial didampingi Kepala Biro Bintal Raharjanto dan Kepala Kantor Perwakilan Pemprov Jateng di Jakarta.

“Minggu sore pukul 17.30 wib rombongan Haji Indonesia asal Jateng yang via Philiphina dijemput Pemprov Jateng dengan 1 Bus Eksekutif pulang langsung menuju Semarang. Insya Alloh, sampai Semarang shubuh nanti”, kata Sinung N.Rachmadi Kepala Biro Humas Jateng.

Sinung mengatakan bahwa jumlah Haji asal Jateng sebanyak 19 orang. Namun 1 orang Jamaah masih menjadi saksi di Kedubes RI di Philiphina karena yang bersangkutan yang fasih menguasai Bahasa Inggris sehingga Jamaah Haji Jateng dimaksud yang dipulangkan baru 18 orang.
Dari 18 orang itu 14 orang dari Kab Jepara, 2 orang dari Kab Blora dan 2 orang dari Kab Grobogan. Semuanya dalam keadaan sehat wal afiat.

“Insya Alloh, shubuh nanti atau Senin pagi (5/9) tiba di Semarang dan menginap di Wisma Perdamaian Tugu Muda untuk istirahat sebelum kembali ke daerah atau dijemput keluarga” pungkas Sinung Juru Bicara Pemprov Jateng itu.

(Sumber : Biro Humas Setda Prov Jateng dan Posko Rajawali)