pemprov-baju_adat
Foto: Pegawai Pemrov Jateng Apel Pagi Pakai Baju Adat

Semarang – Ada yang berbeda pada upacara bendera Peringatan Hari Jadi ke-66 Provinsi Jawa Tengah yang akan diselenggarakan di Lapangan Pancasila (Simpanglima), Senin (15/8). Jika biasanya para PNS mengikuti upacara dengan menggunakan seragam khaki, pada tahun ini mereka memakai pakaian adat.

Kepala Biro Humas Setda Provinsi Jawa Tengah Drs Sinoeng N Rachmadi MM menjelaskan penggunaan pakaian adat sebenarnya sudah rutin dilakukan setiap tanggal 15. Dan bertepatan dengan peringatan Hari Jadi ke-66 Provinsi Jawa Tengah, para PNS juga menggunakan pakaian adat. Pakaian yang digunakan pun beskap Jawi Jangkep, lengkap dengan blangkon, keris, dan selop. Pakaian tersebut merupakan pakaian khas Jawa Tengah yang berasal dari kaum bangsawan dan keluarga keraton Surakarta.

“Beskap Jawi Jangkep digunakan pada acara-acara adat dan acara resmi keraton. Karenanya, pada upacara kali ini yang juga merupakan acara resmi, dipilihlah beskap Jawi Jangkep. Tidak menutup kemungkinan pada upacara tahun-tahun berikutnya akan menggunakan pakaian adat dari daerah lain yang ada di Jawa Tengah,” beber Sinoeng.

Selain PNS, imbuh Sinoeng, pemerintah provinsi juga melibatkan pihak lain. Mulai dari unsur TNI/ Polri, mahasiswa, pelajar SMA/ SMK, dan pramuka. Seluruh mantan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Tengah pun diundang dan diharapkan kehadirannya pada upacara tersebut.

Berkaitan dengan pelaksanaan upacara bendera Senin (15/8), kawasan Simpanglima ditutup untuk jalur transportasi, mulai pukul 07.00. Arus lalu lintas akan dialihkan melalui Jalan Sriwijaya, Jalan Veteran, kawasan Kampung Kali, Jalan Erlangga, Jalan Pandanaran II, dan sekitarnya.

Wo1U7QfO_400x400
Foto : Kepala Biro Humas Setda Prov. Jateng, Sinoeng N. Rachmadi

“Kami mohon maaf kepada masyarakat karena kawasan Simpanglima ditutup sebentar untuk upacara bendera. Kami mohon pengguna jalan mencari jalur alternatif lain di sekitar Simpanglima,” katanya.

Ditambahkan, Puncak Perayaan Hari Jadi ke-66 Provinsi Jawa Tengah akan digelar di Kota Magelang dengan beragam kegiatan yang dikemas dalam konsep pesta rakyat, mulai Jumat (26/8) – Minggu (28/8). Ada sekitar 30 kegiatan yang akan memeriahkan acara tahunan tersebut, antara lain seni budaya tradisional maupun modern, kompetisi olahraga, bursa kerja yang melibatkan kurang lebih 50 perusahaan dengan kualifikasi mulai tamatan SMU/SMK, diploma, sarjana, sampai pascasarjana, serta pameran usaha mikro kecil menengah (UMKM), dan kuliner.

Selain itu juga digelar Jateng bersalawat bersama Habib Lufhfi pada Kamis (25/8). Ada pula Jateng Fair yang dihelat selama satu bulan penuh di kompleks Pusat Rekreasi dan Promosi Pembangunan (PRPP), mulai 5 Agustus – 4 September 2016. Puncak pagelaran HUT Jateng tahun 2016 akan ditutup dengan parade seni bertajuk “Seni Budaya Sebagai Sarana Memperkokoh Jatidiri Bangsa” pada 28 Agustus. Pawai yang diikuti para seniman, komunitas, dan masyarakat umum ini akan menampilkan beragam kreativitas masyarakat mengangkat dan menciptakan seni budaya lokal.

“Untuk peringatan Hari Jadi ini, prinsipnya semua kegiatan adalah merakyat, melibatkan masyarakat, dan mengangkat potensi di Jawa Tengah. Kami juga menyelenggarakan bakti sosial seperti khitanan massal dan pelayanan KB gratis pada tanggal 23 dan 27 Agustus di masing-masing Bakorwil. Kegiatan pelayanan KB gratis memang perlu diperbanyak karena ini sangat penting dan membantu masyarakat tidak mampu,” tandas Sinoeng.

(Sumber : Biro Humas Prov Jateng)